{
"bahan_kulit": "
- 200 gr tepung ketan
- 50 gr tepung terigu protein rendah
- 150 ml air hangat (secukupnya, sesuaikan daya serap tepung)
- 2 sdm gula pasir
- Sejumput garam
- 1 sdm minyak sayur
- 100–150 gr wijen putih untuk baluran
- Minyak goreng secukupnya
",
"bahan_isian": "
- 150 gr kacang hijau kupas (rendam 2 jam, lalu kukus hingga matang)
- 100 gr gula pasir (sesuai selera)
- 100 ml santan kental
- 1 lembar daun pandan, ikat simpul
- Sejumput garam
",
"steps_isian": "
- Haluskan kacang hijau yang telah dikukus hingga benar-benar lembut.
- Masukkan kacang hijau halus, gula pasir, santan, daun pandan, dan garam ke dalam wajan.
- Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga adonan mengering, kalis, dan bisa dipulung (±15–20 menit).
- Angkat, dinginkan, lalu bulatkan isian menjadi bola-bola kecil (±10–12 buah).
",
"steps_kulit": "
- Campurkan tepung ketan, tepung terigu, gula pasir, dan garam dalam wadah.
- Tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni.
- Tambahkan minyak sayur, uleni hingga adonan kalis, elastis, dan tidak lengket.
- Bagi adonan sesuai jumlah isian, lalu tutup dengan kain lembap agar tidak kering.
",
"steps_pembentukan": "
- Pipihkan satu bagian adonan.
- Letakkan satu bola isian di tengah, tutup rapat dan bulatkan kembali.
- Gulingkan adonan ke wijen sambil ditekan perlahan hingga seluruh permukaan tertutup.
",
"steps_penggorengan": "
- Panaskan minyak banyak dengan api sedang cenderung kecil.
- Masukkan onde-onde satu per satu, jangan terlalu penuh.
- Goreng sambil dibalik perlahan hingga mengembang dan berwarna kuning keemasan.
- Angkat dan tiriskan.
",
"steps_tips": "
- Pastikan isian benar-benar dingin sebelum dibungkus.
- Adonan kulit harus lentur agar tidak pecah saat digoreng.
- Gunakan api kecil agar onde-onde matang sampai ke dalam dan wijen tidak gosong.
"
}