{
"bahan_utama": "
- 500 gram ikan pindang (tongkol atau tenggiri), potong 2–3 bagian
- 800 ml air (atau secukupnya)
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun jeruk purut
- 2 lembar daun salam
- 1 ruas lengkuas (±3 cm), memarkan
- 2 buah tomat hijau atau merah, potong wedges
- 5–10 buah cabai rawit merah utuh (sesuai selera)
- 2 sdm minyak untuk menumis
",
"bahan_bumbu_halus": "
- 8 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 4 butir kemiri, sangrai
- 1 ruas kunyit (±3 cm) atau 1 sdt kunyit bubuk
- 1 ruas jahe (±2 cm)
- 1 sdt ketumbar bubuk
- 1/2 sdt merica butiran atau bubuk
",
"bahan_bumbu_tambahan": "
- 1 sdt gula pasir
- 1 sdt kaldu bubuk (opsional)
- Garam secukupnya (sesuaikan karena ikan pindang sudah asin)
",
"steps_membuat": "
- Persiapan Ikan: Cuci ikan pindang dengan air mengalir. Jika terlalu asin, rendam dalam air hangat selama 15–20 menit lalu tiriskan.
- Haluskan Bumbu: Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, ketumbar, dan merica hingga halus.
- Tumis Bumbu: Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, daun jeruk, dan daun salam hingga harum dan matang.
- Membuat Kuah: Tuangkan air, tambahkan gula dan kaldu bubuk. Aduk rata dan masak hingga mendidih. Koreksi rasa.
- Masukkan Ikan: Masukkan ikan pindang, cabai rawit, dan tomat. Masak dengan api kecil selama 10–15 menit hingga bumbu meresap.
- Sajikan: Matikan api dan sajikan ikan pindang kuah kuning selagi hangat.
",
"steps_tips": "
- Rendam ikan pindang jika terlalu asin agar rasa lebih seimbang.
- Tumis bumbu hingga benar-benar matang agar tidak langu.
- Gunakan api kecil saat memasak ikan agar tidak hancur.
- Goyangkan wajan perlahan, hindari mengaduk kasar.
- Sajikan dengan nasi putih hangat dan lalapan segar.
"
}