- 500 gram tepung terigu protein tinggi (seperti Cakra Kembar)
- 1 butir telur ayam
- 2 sdm susu bubuk
- 2 sdm margarin atau minyak samin (ghee)
- 1 sdt garam
- 2 sdm gula pasir
- 250 ml air es
- Minyak sayur atau minyak samin (ghee) secukupnya (untuk merendam dan menggoreng)
- Kuah kari daging atau kari sayur
- Sambal sesuai selera
- Irisan mentimun
- Irisan bawang merah
- Membuat dan Menguleni Adonan: Campurkan tepung terigu, susu bubuk, gula, dan garam dalam wadah besar. Aduk rata. Buat lubang di tengah, masukkan telur dan margarin. Tuangkan air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis, elastis, dan tidak lengket (±15–20 menit).
- Istirahat dan Perendaman: Bagi adonan menjadi 8–10 bola kecil. Lumuri setiap bola dengan minyak hingga rata. Susun dalam wadah, tutup rapat, lalu diamkan minimal 4 jam atau semalaman di kulkas agar gluten rileks.
- Membentuk dan Melipat: Ambil satu bola adonan. Olesi meja dengan minyak. Pipihkan lalu tarik perlahan hingga sangat tipis dan hampir transparan. Lipat seperti kipas atau persegi untuk membentuk lapisan.
- Memasak: Panaskan teflon dengan api sedang. Letakkan adonan, masak hingga kecokelatan dan bergelembung. Balik, tekan perlahan agar matang merata. Angkat dan sajikan hangat.
- Gunakan air es agar adonan tetap kencang dan elastis.
- Jangan gunakan tepung saat membentuk, gunakan minyak agar lapisan terbentuk sempurna.
- Istirahat adonan minimal 4 jam untuk hasil roti canai yang lentur dan berlapis.
- Minyak samin atau ghee asli memberikan aroma lebih autentik.