- 500 gram tepung terigu protein tinggi
- 325 ml air hangat
- 2 sdt ragi instan (±7 gram)
- 2 sdt gula pasir
- 2 sdt garam
- 3 sdm minyak zaitun
- Aktifkan Ragi: Campurkan air hangat, gula, dan ragi dalam wadah kecil. Aduk sebentar lalu diamkan 5–10 menit hingga berbuih.
- Campur Bahan Kering: Dalam mangkuk besar, campurkan tepung terigu dan garam. Buat lubang di tengahnya.
- Uleni Adonan: Tuang campuran ragi dan minyak zaitun ke tengah tepung. Aduk lalu uleni 8–10 menit hingga adonan kalis, elastis, dan tidak lengket.
- Fermentasi Pertama: Bulatkan adonan, letakkan di mangkuk yang sudah dioles minyak. Tutup dan diamkan 1–1,5 jam hingga mengembang dua kali lipat.
- Punch Down & Bagi: Kempiskan adonan, bagi menjadi 2 bagian, bulatkan, dan diamkan kembali 15 menit sebelum dibentuk.
- 500 gram tomat merah matang atau tomat kalengan kupas
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 1 buah bawang bombay kecil, cincang halus
- 2 sdm minyak zaitun
- 1 sdt oregano kering
- 1 sdt gula pasir
- Garam secukupnya
- Merica hitam secukupnya
- Sejumput cabai bubuk (opsional)
- Panaskan minyak zaitun, tumis bawang bombay hingga layu.
- Masukkan bawang putih, tumis hingga harum.
- Tambahkan tomat yang telah dihaluskan.
- Masukkan oregano, gula, garam, merica, dan cabai bubuk.
- Masak dengan api kecil 15–20 menit hingga saus mengental dan rasa menyatu. Dinginkan sebelum digunakan.
- Panaskan oven pada suhu 230–250°C selama ±30 menit.
- Gilas adonan pizza hingga ketebalan sesuai selera.
- Olesi saus tomat, sisakan pinggiran ±1 cm.
- Tambahkan keju mozzarella dan topping secukupnya.
- Panggang 10–15 menit hingga crust keemasan dan keju meleleh.
- Sajikan hangat dengan taburan basil segar atau oregano.
- Untuk adonan lebih renyah, kurangi waktu fermentasi.
- Untuk rasa lebih kompleks, simpan adonan di kulkas semalaman (cold fermentation).
- Jangan memberi topping terlalu banyak agar pizza matang sempurna.