- 500 gram daging sapi tetelan + jeroan (babat, kulit, atau paru), direbus hingga empuk lalu dipotong dadu
- 100 gram cabai rawit merah (sesuai level pedas)
- 50 gram cabai merah keriting
- 15 butir bawang merah
- 7 siung bawang putih
- 5 butir kemiri, disangrai
- 3 cm kencur
- 2 cm jahe
- 3 lembar daun jeruk, buang tulangnya
- 2 batang serai, dimemarkan
- 2 sdm kecap manis (opsional)
- 1 sdt gula merah, disisir halus
- Garam secukupnya
- Kaldu bubuk sapi secukupnya
- Minyak goreng secukupnya
- Petai atau jengkol muda, direbus terlebih dahulu
- Kacang panjang, dipotong ±3 cm
- Pastikan daging dan jeroan sudah direbus hingga empuk. Simpan air kaldu rebusannya sebagai cadangan.
- Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai keriting, kemiri, kencur, dan jahe menggunakan ulekan atau blender.
- Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang.
- Tumis bumbu halus bersama serai dan daun jeruk.
- Aduk terus hingga bumbu matang sempurna, berwarna lebih gelap, dan pecah minyak (±10–15 menit).
- Masukkan daging dan jeroan ke dalam tumisan bumbu.
- Aduk hingga daging terlumuri bumbu secara merata.
- Tambahkan kecap manis, gula merah, garam, dan kaldu bubuk.
- Jika perlu, tuangkan sedikit air kaldu rebusan agar tidak terlalu kering.
- Masak hingga bumbu meresap dan oseng mercon berwarna merah gelap menggoda.
- Tumis bumbu hingga benar-benar matang agar tidak langu.
- Gunakan api sedang cenderung kecil agar bumbu tidak gosong.
- Oseng mercon idealnya agak kering dengan bumbu pekat dan berminyak.