{
"bahan_utama": "
- 1 kg nangka muda (mentah, berwarna putih), potong-potong
- 1 liter santan kental (dari 2 butir kelapa)
- 1 liter santan encer
- 8 butir telur ayam, rebus dan kupas
- 8 potong paha ayam (bisa diganti daging sapi atau tahu/tempe)
- 200 gr krecek (kerupuk kulit sapi), rendam air hangat
",
"bahan_bumbu_halus": "
- 15 butir bawang merah
- 8 siung bawang putih
- 10 butir kemiri, sangrai
- 2 sdm ketumbar butiran
- 1 ruas lengkuas, memarkan
- 5 lembar daun salam
- 3 batang serai, memarkan
- 5 lembar daun jeruk purut
- 100 gr gula merah, sisir halus
- 2 sdt garam (sesuaikan selera)
- 1 sdt kaldu ayam bubuk (opsional)
",
"steps_memasak": "
- Persiapan dan Tumis Bumbu: Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar. Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus bersama lengkuas, serai, daun salam, dan daun jeruk hingga harum dan matang.
- Masak Nangka: Masukkan nangka muda ke dalam tumisan, aduk hingga rata. Tuangkan santan encer sedikit demi sedikit. Tambahkan gula merah dan garam, aduk hingga larut. Masak dengan api kecil selama 2–3 jam hingga nangka empuk dan bumbu meresap.
- Tambahkan Santan Kental dan Lauk: Setelah kuah menyusut, tuangkan santan kental. Masukkan telur rebus dan ayam. Masak dengan api sangat kecil sekitar 1 jam hingga kuah kental dan berminyak.
- Masukkan Krecek: Tambahkan krecek yang sudah direndam, masak sekitar 15 menit. Koreksi rasa sebelum diangkat.
",
"steps_tips": "
- Gunakan api kecil agar santan tidak pecah.
- Masak dalam waktu lama untuk rasa lebih meresap dan warna cokelat pekat khas gudeg.
- Aduk perlahan saat menambahkan santan kental agar tekstur tetap lembut.
"
}