{
"bahan_utama": "
- 400 gram mie kuning basah (atau mie telur kering, direbus aldente)
- 300 gram daging sapi (sandung lamur atau sengkel), potong dadu
- 200 gram urat atau tetelan sapi
- 2 liter air
- 2 batang daun bawang, iris halus
- 2 batang seledri, iris halus
- Minyak goreng secukupnya
",
"bahan_bumbu_halus": "
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 4 butir kemiri, sangrai
- 2 cm kunyit, bakar
- 1 cm jahe
- 1 sdt ketumbar butiran
- 1/2 sdt merica butiran
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya
",
"bumbu_cemplung": "
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 4 lembar daun jeruk purut
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 1 buah kayu manis kecil (opsional)
- 2 buah cengkeh (opsional)
",
"bahan_pelengkap_penyajian": "
- Telur rebus
- Bawang goreng
- Emping melinjo atau kerupuk
- Sambal rawit
- Kecap manis secukupnya
- Jeruk nipis
",
"steps_membuat": "
- Membuat Kaldu: Rebus daging sapi dan tetelan dalam 2 liter air dengan api kecil. Buang buih selama 10 menit pertama. Masak ±1,5 jam hingga daging empuk dan kaldu gurih. Angkat daging, saring kaldu, sisihkan.
- Menumis Bumbu: Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas hingga harum, matang, dan tidak langu.
- Menggabungkan Kaldu: Masukkan tumisan bumbu ke dalam kaldu sapi. Masukkan kembali daging. Tambahkan garam dan gula secukupnya. Masak dengan api kecil selama 20–30 menit hingga bumbu meresap. Koreksi rasa.
- Menyiapkan Mie: Rebus mie hingga aldente, tiriskan.
- Penyajian: Tata mie dalam mangkuk, siram kuah panas beserta potongan daging. Taburi daun bawang dan seledri.
",
"steps_tips": "
- Gunakan api kecil saat merebus kaldu agar hasilnya jernih dan gurih.
- Pastikan bumbu tumis benar-benar matang agar kuah tidak langu.
- Gunakan mie aldente supaya tidak lembek saat disiram kuah panas.
- Tambahkan perasan jeruk nipis saat penyajian untuk rasa segar.
"
}