{
"bahan_adonan": "
- 125 gram tepung terigu protein rendah/sedang
- 1 butir telur ayam ukuran sedang
- 100 gram gula pasir (sesuai selera)
- 100 ml susu cair full cream atau air
- 1/2 sdt baking powder
- 1/4 sdt vanili bubuk atau pasta vanila
- Sejumput garam
- Margarin atau mentega secukupnya untuk olesan
",
"bahan_alat_yang_digunakan": "
- Cetakan kue cubit (teflon berlubang)
- Mixer atau whisk
- Mangkuk adonan
- Spatula
- Sendok sayur atau piping bag
",
"steps_membuat": "
- Campur bahan basah: Kocok telur dan gula pasir dengan mixer kecepatan sedang hingga pucat dan mengembang.
- Tambahkan susu: Tuang susu cair sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata.
- Masukkan bahan kering: Ayak tepung terigu, baking powder, vanili, dan garam. Masukkan ke adonan basah secara bertahap sambil diaduk hingga homogen dan tidak bergerindil. Diamkan adonan 15–20 menit.
- Panaskan cetakan: Panaskan cetakan kue cubit dengan api kecil, lalu olesi setiap lubang dengan margarin tipis.
- Tuang adonan: Tuang adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh. Tutup cetakan dan masak 1–2 menit hingga bagian atas berlubang dan bawahnya kecokelatan.
- Balik dan matangkan: Balik kue cubit, tutup kembali, dan masak hingga matang sempurna dan berwarna cokelat keemasan.
- Sajikan: Angkat dan sajikan kue cubit selagi hangat dengan topping sesuai selera.
",
"steps_tips": "
- Gunakan api kecil agar kue cubit matang merata.
- Diamkan adonan agar tekstur kue lebih lembut.
- Bisa ditambahkan topping seperti meses, keju, atau cokelat leleh sebelum ditutup.
"
}